Untuk Kualitas Kambing Yang Lebih Baik, BPR MSA Serahkan Beberapa Kambing Jenis Crossbreeding dalam Program JPZIS

Kambing jenis crossbreeding menjadi salah satu jenis kambing yang dibagikan sebagai bantuan produktif dalam program JPZIS BPR MSA


BPR MSA baru saja melaksanakan penyerahan bantuan produktif Jaringan Pengelola Zakat Infak dan Shodaqoh (JPZIS) berupa 36 ekor kambing yang diserahkan kepada dua kalurahan yaitu Hargobinangun dan Candibinangun yang ada di Kapanewon Pakem, Sleman. Dari 36 ekor kambing yang kami bagikan, beberapa diantaranya adalah kambing jenis crossbreeding atau persilangan yang menurut para expert merupakan kambing yang memiliki harga dan juga kualitas tinggi.

Crossbreeding adalah metode mengawinkan dua ras kambing yang berbeda untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik. Tujuan utamanya adalah menggabungkan keunggulan dari masing-masing ras, seperti pertumbuhan cepat, ketahanan terhadap penyakit, atau produksi susu yang tinggi. Teknik ini sangat bermanfaat bagi peternak yang ingin meningkatkan kualitas ternaknya tanpa harus mengganti seluruh populasi kambing yang mereka miliki.

Salah satu cara sederhana dalam persilangan kambing adalah dengan mengawinkan kambing lokal yang tahan terhadap kondisi lingkungan setempat dengan kambing ras unggul yang dikenal memiliki produksi daging atau susu yang tinggi. Misalnya, mengawinkan kambing Kacang yang tahan banting dengan kambing Boer yang cepat tumbuh dan berbadan besar. Hasilnya, diharapkan akan ada keturunan yang memiliki daya tahan yang kuat sekaligus produktivitas tinggi.

Selain itu, ada juga teknik persilangan ganda, di mana keturunan dari hasil persilangan pertama (F1) disilangkan lagi dengan ras unggul lainnya. Misalnya, kambing F1 dari Boer dan Kacang bisa disilangkan dengan kambing Saanen yang terkenal dengan produksi susunya. Dengan cara ini, peternak bisa mendapatkan kambing yang tidak hanya cepat tumbuh dan tahan penyakit, tetapi juga menghasilkan banyak susu.

Manfaat dari teknik persilangan ini sangat banyak. Pertama, peternak bisa mendapatkan kambing yang lebih produktif, baik dalam hal daging maupun susu. Kedua, keturunan hasil persilangan biasanya lebih kuat dan tahan terhadap berbagai penyakit, sehingga mengurangi risiko kerugian. Ketiga, kualitas produk, baik daging maupun susu, bisa meningkat, sehingga nilai jualnya pun lebih tinggi.

Namun, persilangan kambing juga memiliki tantangan. Tidak semua persilangan menghasilkan keturunan yang diinginkan. Kadang, ada saja masalah genetik yang muncul, atau keturunannya tidak sekuat yang diharapkan. Selain itu, proses persilangan memerlukan pengelolaan yang baik dan terkadang biaya yang cukup besar. Peternak perlu memastikan bahwa mereka memiliki pengetahuan dan sumber daya yang cukup untuk menjalankan program persilangan ini.

Dengan memahami teknik persilangan dan mengelolanya dengan baik, peternak bisa mendapatkan banyak manfaat. Persilangan kambing adalah cara yang efektif dan praktis untuk meningkatkan kualitas ternak, sehingga bisa bersaing lebih baik di pasar dan meningkatkan pendapatan peternak. Harapan BPR MSA dalam menyerahkan kambing jenis crossbreeding ini kepada penerima adalah agar mereka dapat merasakan manfaat yang lebih besar dari kambing tersebut sebagai investasi nyang dapat meningkatkan perekonomian.

(PW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *