Towards The Golden Generation of Indonesia : Kolaborasi Bank MSA, Bank Indonesia dan UPN Veteran Yogyakarta Dalam Transformasi Digital

Kegiatan Seminar Nasional dengan tema “Digital Financial Innovation: Navigating Indonesia’s Golden Economic Future 2045” yang diselenggarakan pada Jumat, 1 November 2024 di Ruang Seminar Fakultas Pertanian UPNVY dihadiri sekitar 130 mahasiswa mengikuti acara ini dengan antusias. Acara yang dihadirkan ini terbuka untuk umum, terutama bagi generasi Z yang berminat untuk memperdalam transformasi ekonomi digital. Seminar di isi dengan paparan materi oleh Direktur Utama Bank MSA, Y. Triagung Pujiantoro dan Bapak Hermanto selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank BI DIY serta sesi tanya jawab yang membuat acara berkesan semakin aktif dan interaktif.
Transformasi digital dalam dunia perbankan bukan hanya tentang teknologi baru yang lebih canggih, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut dapat mendukung pembangunan ekonomi yang lebih baik dan lebih terjangkau bagi semua masyarakat. Dalam seminar menekankan bahwa transformasi digital adalah kunci untuk mendorong Indonesia menuju ekonomi digital yang lebih maju.
Indonesia sedang memasuki babak baru dalam perjalanan ekonominya, dengan visi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2030 dan ekonomi maju pada 2045. Salah satu pilar penting untuk mewujudkan cita-cita ini adalah melalui transformasi digital di sektor perbankan. Baru-baru ini, Bank MSA dan Bank Indonesia (BI) mengadakan diskusi penting tentang strategi transformasi digital untuk mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia. Diskusi ini menekankan betapa pentingnya digitalisasi perbankan sebagai penghubung utama antara sektor fintech dan perbankan tradisional, yang akan menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan efisien.
Direktur Utama Bank MSA, Y. Triagung Pujiantoro selaku pembicara utama dari Bank MSA menuturkan, "Perbankan digital harus menjadi jembatan yang menghubungkan fintech dengan layanan perbankan tradisional, untuk menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan saling mendukung." Transformasi ini bukan hanya soal menghadirkan layanan yang lebih cepat dan mudah, tetapi juga menciptakan peluang lebih banyak bagi mereka yang sebelumnya terpinggirkan oleh sistem keuangan tradisional.
Transformasi digital dalam dunia perbankan bukan hanya tentang teknologi baru yang lebih canggih, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut dapat mendukung pembangunan ekonomi yang lebih baik dan lebih terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Dalam diskusi ini, kedua institusi menekankan bahwa transformasi digital adalah kunci untuk mendorong Indonesia menuju ekonomi digital yang lebih maju.

Tantangan utama yang dihadapi digitalisasi adalah menjaga keamanan data dan transaksi. Dengan semakin banyaknya transaksi yang dilakukan secara digital, menjaga data pribadi dan transaksi agar tetap aman menjadi hal yang sangat penting. Bank Indonesia menekankan pentingnya regulasi yang jelas untuk memastikan bahwa setiap inovasi di sektor perbankan digital tidak mengorbankan aspek keamanan. Namun peluang besar muncul dalam digitalisasi yakni kemudahan akses layanan keuangan namun kemudahan tersebut tidak jauh dari yang namanya keterbatasan dalam hal lokasi, biaya hingga akses.
Bank MSA juga telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan bahwa transformasi digital ini berjalan dengan baik, seperti memperkenalkan aplikasi yang memungkinkan nasabah untuk mengakses layanan perbankan, mengajukan pinjaman, dan melakukan investasi hanya melalui smartphone. Hal ini tentu mempermudah masyarakat untuk mengelola keuangan mereka dengan cara yang lebih modern dan efisien.
Sebagai bagian dari upaya besar untuk mencapai Indonesia Emas, Bank MSA dan Bank Indonesia menyadari pentingnya penguatan sistem keuangan digital yang lebih terintegrasi. Tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi kebijakan dan regulasi. Dengan memperkuat ekosistem fintech dan perbankan digital, Indonesia dapat menciptakan sistem yang lebih inklusif dan lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah yang lebih terpencil.
Bank Indonesia juga memaparkan langkah-langkah konkret yang sudah diambil untuk mendukung ekosistem ini, seperti merilis kebijakan sistem pembayaran digital yang lebih terbuka dan inklusif. Langkah ini bertujuan untuk memperluas penggunaan layanan keuangan digital di seluruh Indonesia, sehingga setiap lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat ekonomi digital.
Dengan strategi transformasi digital yang tepat, Bank MSA dan Bank Indonesia optimis Indonesia bisa mencapai tujuan besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital yang terintegrasi, aman, dan inklusif. Kerja sama yang lebih erat antara fintech dan perbankan akan menciptakan ekosistem keuangan yang saling mendukung, menguntungkan, dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat.
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan komitmen yang kuat untuk terus berinovasi dan bekerja sama, Indonesia dapat mencapai tujuannya untuk menjadi negara ekonomi digital yang lebih maju pada tahun 2045, yang tidak hanya memberi manfaat bagi sektor bisnis, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
(SN)

