Mengusung Misi Pelestarian Budaya, BPR MSA Terus Kawal Taman Selo Kendel

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat meresmikan Taman Selo Kendel, salah satu objek wisata binaan BPR MSA hingga kini.


Awal Tahun 2022 menjadi satu catatan milestone BPR MSA untuk memperkuat pendampingan taman wisata keluarga. Selama kurang lebih 5 tahun berjalan dengan satu desa wisata, BPR MSA terus membuka peluang untuk pendampingan selanjutnya, sampai akhirnya kami bertemu dengan warga Turen, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Mereka bersinergi demi mewujudkan dibukanya satu objek wisata bersejarah di desa mereka yang selanjutnya diberi nama Taman Selo Kendel. Pemberian nama ini tentunya didasari dengan filosofi sejarah yang sudah berkembang disana, mengingat nama desa mereka sendiri, Turen diambil dari akronim Watu Leren yang menggambarkan sebuah batu besar yang tidak bergerak kemana-mana meski diterpa arus, sehingga Watu tersebut dianggap sedang Leren atau beristirahat. Konon, lokasi batu bersejarah ini ada di sungai yang letaknya bersinggungan dengan lokasi Taman Selo Kendel.

Taman Selo Kendel diresmikan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada tanggal 13 Maret 2022. BPR MSA juga hadir dalam acara tersebut dan mendapatkan amanah dari Ibu Bupati untuk terus menjaga dan melestarikan Selo Kendel sebagai salah satu destinasi wisata di Sleman. Kawasan Turen yang terletak di Sardonoharjo juga banyak melestarikan kebudayaan dari mulai bangunan candi dan artefak serta kesenian seperti jathilan. Kesenian inilah yang kemudian secara terjadwal dipentaskan di Taman Selo Kendel sehingga nantinya bisa menjadi pusat perkumpulan para penggemar kebudayaan jawa. Selain itu komunitas peternak burung kicau pun sering menggelar acara kontes yang disebut dengan Ganthangan, yang selalu memberikan dukungan secara finansial bagi kelestarian Taman Selo Kendel.

Direktur Utama BPR MSA, Y. Triagung Pujiantoro saat press conference peluncuran Taman Selo Kendel.


Pengelola Taman Selo Kendel, Ruskindar menjelaskan bahwa taman ini merupakan pengembangan dari ruang terbuka publik yang ditambahkan dengan atribut budaya dan sejarah sehingga bisa bertransformasi menjadi sebuah tempat wisata edukatif dari aspek performing art. Dia berharap ke depan taman wisata ini semakin maju dan banyak dikunjungi wisatawan. Khususnya masyarakat sekitar dapat memanfaatkan lokasi ini untuk berolahraga. Juga bagi pelaku UMKM yang merupakan warga setempat dapat menjual produknya sebagai bagian dari kuliner maupun buah tangan.

BPR MSA di ulang tahunnya yang ke-17 pada bulan September 2022 juga mengadakan acara di Taman Selo Kendel sebagai bukti nyata pendampingan dan komitmen untuk mengembangkan Taman Selo Kendel agar terus menarik pengunjung. Dengan festival bertajuk Gelar Budaya dan Potensi, BPR MSA dan Selo Kendel sukses memberikan wadah bagi pelaku seni dari tradisional hingga kontemporer untuk unjuk kebolehan mereka di panggung perayaan HUT BPR MSA.

Perayaan HUT BPR MSA di tahun 2022 juga dilaksanakan di Taman Selo Kendel sebagai komitmen pendampingan.


Direktur Utama BPR MSA, Y. Triagung Pujiantoro menegaskan bahwa pendampingan desa wisata ini akan terus dioptimalkan di tahun-tahun selanjutnya agar bisa lahir desa wisata selanjutnya yang mendapatkan pendampingan dari BPR MSA. Selain itu BPR MSA kini juga menambah fokus ke homestay dan juga UMKM pariwisata dengan harapan pendampingan potensi wisata ini bisa menjangkau seluruh elemen yang ada di dalamnya.

(PW)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *